Maaf

2204 Kata

Qian mengerjap disertai lenguhan kecil yang lolos dari mulutnya. Dan saat ia membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah wajah Raizel yang tertidur pulas. Seketika matanya terbuka kian lebar, mengendarkan pandangan, ia baru tersadar dan teringat apa yang terjadi tadi siang. Seketika wajahnya terasa panas, tangan yang berada di atas d**a bidang Raizel mencengkram kuat kemejanya. Namun saat ia tertunduk melihat pakaiannya, ternyata pakaiannya masih utuh. Hela nafas karena syukur pun lolos dari mulutnya yang sedikit terbuka. Ia khawatir jika ia hilang kendali sebelumnya. Sebelumnya ia merasa seperti wanita gila yang dengan gilanya pasrah menerima apa yang akan Raizel lakukan. Seketika bayangan apa yang ia dan Raizel lakukan kembali berputar dan membuatnya berusaha menyembunyikan wajahnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN