Tidak sampai lima menit, Mbok Jum sudah membawa ember berisi air bekas cucian piring. Aku melirik ke arah mantan ibu tiriku, wajahnya terlihat gelisah. Kita lihat sampai mana dia akan berpura-pura. "Mbok, siram," kataku sambil tersenyum licik, memberi isyarat kepada Mbok Jum untuk melakukan apa yang telah kita rencanakan. Mbok Jum mengangguk dan mendekati Ratna dengan ember di tangan. Dewa dan petugas pengadilan hanya melihat kami, benar saja begitu mendengar kata siram. Ratna langsung terbangun. "Eh, Mbok! Kamu mau menyiram aku pake apa!" bentak Ratna dengan lantang, menatap marah ke arah Mbok Jum yang sudah bersiap hendak menyiram air bekas cucian piring. "Akhirnya sadar juga, pasti capek ya berpura-pura pingsan," sindirku, tersenyum sinis. Mantan ibu tiriku baru tersadar kalau aku y

