Part 87

2359 Kata

“Entahlah.. tanyakan saja padanya jika kamu bertemu dengannya lagi di lain hari.” Ujar Jihan seraya keluar dan berdiri di luar ambang pintu kantor tersebut. Wanita itu menatap hujan yang masih turun dengan begitu deras di luar. “Bagaimana caranya aku bisa ke sana kalau hujan tak kunjung berhenti?” Jihan memasukan kedua telapak tangannya ke dalam saku bajunya. Cuaca berubah menjadi sangat dingin sejak hujan turun dengan sangat deras beberapa menit yang lalu. Jihan melihat Devan memarkirkan mobilnya di luar kantor kepolisian tersebut. Pria itu lupa tidak membawa payung, dia hanya berlari seraya menghalau hujan menggunakan telapak tangan kanannya untuk masuk ke dalam kantor. Melihat Jihan sedang berdiri di beranda kantor pria itu segera menegur. “Ngapain berdiri di luar? Tidak ada kerjaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN