“Ini tidak seperti yang kamu pikirkan.” Ucap Jihan padanya, wanita itu berkeras memutar tubuhnya untuk segera berlalu dari area tersebut. Akan tetapi pria itu berkeras menahannya dan mendorongnya menuju ke etalase. “Kamu pilih saja, mau yang mana? Apa aku perlu membeli seisi toko ini untuk menyenangkan hatimu?” Tawar pria itu padanya. Jihan hanya menggelengkan kepala, wanita itu menepis tangan pria itu dari kedua bahunya dan mendahuluinya pergi. Jihan berlari seraya membenamkan wajahnya ke dalam topi. “Ini gila, Gerald! Bagaimana mungkin dia ada di sini! Pria itu bisa mengacaukan segalanya.” Keluh Jihan pada dirinya sendiri. Saat memasuki lift dia tanpa sengaja berpapasan dengan Dania. Ada rasa kesal ketika melihat wanita itu dengan bebas melenggang menuju ke dalam. Jihan segera masu

