Selalu Bertemu

1112 Kata
"Apa yang terjadi? apa markas kita di bobol maling?" ujar Hito melihat betapa berantakannya markas mereka, bahkan botol minuman keras pajangan pun pecah berserakan. "Bukan To, ini ulah Kenzi" ucap Arashi sambil memperlihatkan jam tangan yang terjatuh di ruangan itu. "Anak itu benar-benar kacau." "Apa yang harus kita lakukan Arashi?" "Sebisa mungkin kita bantu Kenzi, Kenzi benar-benar payah soal percintaan, seandainya Kano sudah sadar dia pasti ada ide." "Apa kita tanya Neiji?" "Ide bagus ayo kita berangkat." jawab Arashi. *** • Pagi-pagi di apartemen Sakura "Kenapa kau di sini?" tanya Sakura pada laki-laki yang sedang menunggu nya di depan apartemen. "Aku akan mengantarmu sekolah, Saki." "Bagaimana dengan sekolahmu? jaraknya lumayan jauh dari sekolahku." "Aku bukan hanya jago balap mobil tapi balap motor pun aku jago, setara Valentino Rossi lah." jawabnya. Sakura sedikit tertawa mendengar jawabannya itu. Yang menjemput Sakura adalah Kimura Ryuu, dia di depan Sakura memanglah sangat berbeda, hangat dan sangat ceria. Mereka berdua melaju menuju sekolah Sakura. Takdir memang selucu itu, saat Sakura tiba di sekolah mereka berpapasan dengan Kenzi, yang saat itu memang tidak memakai motor karena tangan nya terluka di balut perban bekas insiden dia sendiri di markasnya. "Hai King." sapa Ryuu. "……” Kenzi diam saja hendak menghindar. "Kalian saling kenal?" tanya Sakura membuat Kenzi tidak jadi menghindar. "Siapa yang tidak tahu The King, sang penakluk wanita, berapa banyak wanita yang sudah kau tiduri King?" tanya Ryuu seolah menjelekan Kenzi. "Kau tidak tahu apa-apa tentangku!" jawab Kenzi agak ketus. "Santai bro aku hanya bercanda." "Aku pergi dulu, kabari aku jika sudah pulang ya" ucap Ryuu pada Sakura. Sakura hanya tersenyum. Ryuu pun pergi. "Kau di antarkan si Kimura itu?" tanya Kenzi, memberanikan diri bertanya pada Sakura. "Iya, kenapa memang?" "Bukan apa-apa." jawab Kenzi datar. Sakura berjalan agak cepat meninggalkan Kenzi. "Ku kira kau akan cemburu Eagl!" batin Sakura "Dulu ku jemput kau malah menghindar Cerry!" batin Kenzi. *** Kasus kecelakaan Kano akhirnya membuahkan hasil semua bukti sudah terkumpul dengan sangat rapi. Terakhir mereka mencoba mengepung kediaman Akari, ya pelaku utama kecelakaan Kano adalah Akari. Tato yang Kenzi liat saat Akari mendonorkan darah untuk Kano. Namun Kenzi tetaplah Kenzi, hatinya benar-benar murni dan baik, dia tidak menuntut lebih lanjut terhadap Akari, dia mempertimbangkan bahwa Akari sudah mendonorkan darah untuk Kano. Saat itu golongan darah untuk Kano memang sedang kosong dan sulit. Kenzi memang bijaksana. Dia hanya meminta agar Akari berubah dan jika sampai terulang lagi dia tidak segan mencebloskan Akari ke penjara. Mengingat Akari sangat takut oleh Ayahnya dia tidak tega membongkar kelakuan Akari di media. Itu membuat Akari menyesal seumur hidupnya, ia telah salah menilai Kenzi selama ini. *** "Kau mau kemana udah cantik begini" tanya Zuri. "Ryuu mengajakku ke Club" jawab Sakura "what Club? kita belum cukup umur Ra !!" "Aku tahu tapi katanya itu bisa diatasi" "Ra jangan macem-macem deh, aku jadi sendirian kan di apartmenmu" "Aku hanya bentar Ri, sekalian ngetes apa Ryuu itu cowo baik atau bukan" "Ya ya awas kalau kau sampai jatuh cinta padanya ! aku mendukungmu dengan Kenzi 100% !" "Kau ini dasar" "Halo Kak" ucap Sakura mengangkat telpon. "Oke oke kak aku ke bawah" ucap Sakura lagi dan mematikan telpon. "Kak? siapa itu?" tanya Zuri. "Ryuu lah, diakan lebih tua dariku, sudah ya aku pergi dulu bye bye Zuri sayangku" "Kenapa kak?" tanya Sakura kepada Ryuu yang terdiam melihatnya. "Kau sangat cantik Saki" "Dasar kirain ada apa, yu berangkat" Ryuu tersenyum membukakan pintu mobil untuk Sakura dan melaju pergi. *** • Sparkle Night Club Club ini berbeda dengan club yang lain, tempatnya berada di pertengahan antara Tokyo dan Osaka, tempatnya mewah namun khas anak muda, tempat ini memang di kelola oleh anak anak konglomerat. Suasana nya tidak semenyeramkan Club Club malam yang sangat bebas, di tempat ini tersedia meja billiard, tempat DJ, meja kasino, Bar dengan minuman harga selangit, lebih seperti club kekinian khusus anak muda. Ryuu dan Sakura memasuki tempat itu. "Selamat malam tuan Ryuu" penjaga pintu club menyapa dengan ramah. Ryuu hanya tersenyum datar. Tempat seperti ini baru pertama Sakura datangi, tapi memang diluar ekspetasi tempatnya ternyata sangat menyenangkan. Sakura dikenalkan dengan teman-teman Ryuu dan adik tirinya bernama Rinako yang saat itu sudah ada di tempat club. "Hai aku Rinako" "Aku Sakura" "Kau memang sangat cantik" seru Rinako. Sakura hanya tersenyum, Dia berbincang asyik dengan Rinako seperti sudah kenal lama. Sakura terpaku pada sosok yang duduk di meja Bar bersama wanita yang sedang merokok, dia adalah Kenzi dan bersama wanita yang memeluk Kenzi di Osaka Nightmare. Mereka tampak akrab dengan Kenzi yang sesekali tersenyum saat mereka berbicara. Itu membuat Sakura tambah sakit hati. Dan kenapa dia selalu bertemu dengan Kenzi saat dia benar-benar tak mau melihatnya. "Apa kau punya rokok Rinako?"tanya Sakura. "Rokok? apa kau perokok?" jawab Rinako sambil memberikan rokoknya. "Tidak aku hanya ingin mencobanya" Sakura hanya kesal, dia berpikir bahwa Kenzi menyukai wanita perokok. Padahal seperti ini lah sebenarnya yang Kenzi obrolkan dengan wanita itu. "Kenken tumben kau ke club lagi" tanya wanita itu. "Hanya sedang banyak pikiran." "Kau sedang bertengkar dengan gadismu itu?" Kenzi hanya terdiam lesu. "Kenshin banyak cerita tentang gadis itu, dia yang membuatmu sangat bucin" ucapnya sambil tersenyum. "Dasar Kenshin!" Kenzi mendengus. Sebenarnya wanita itu adalah Izumi, pacar Kenshin, kaka kandung Kenzi. Dia waktu di balapan memeluk Kenzi karena dia sangat senang bertemu dengannya karena sudah lama tidak bertemu, dia sudah menganggap Kenzi seperti adiknya sendiri. Kenzi pun sudah menganggap izumi seperti kaka perempuan merangkap Kaka iparnya. Kenzi sudah benar-benar menjauhi para wanitanya demi Sakura. "Aku ingin mendengar langsung, bagaimana sebenarnya gadismu itu." tanya Izumi. Kenzi tersenyum. "Dia gadis yang sangat cantik bermata hijau berambut maroon, dia sangat jago berbalapan, dia sangat baik hati dan menenangkan walau kadang menyebalkan dan membuatku gemas." jawab Kenzi sambil tersenyum-senyum membayangkan Sakura. "Adik iparku ini sudah besar ! benar-benar sudah jatuh cinta." jawab Izumi sambil sedikit tertawa. "Bermata hijau dan berambut maroon yaa, apa seperti gadis itu?" tanya Izumi sambil melihat gadis yang sedang mengobrol di dekat meja biliar. "Usianya baru 16 tahun ! mana mungkin dia ke si-ni ce-e-ry." ucap Kenzi terbata setelah melihat gadis yang ditunjukan Izumi itu adalah benar Sakura. Dia melihat Sakura bersama Ryuu, lagi. "Dia benar-benar sangat cantik Kenken, kau memang pintar memilih gadis." ucap Izumi setelah sadar jika benar itulah gadis kesayangan Kenzi, melihat dari ekspresi saat Kenzi manatapnya. Kenzi tak merespon hanya tertunduk lesu. "Hmm jadi ini alasan kau ke sini lagi, kau cemburu dengan Ryuu?" tanya izumi. "Tenang Kenken, Ryuu tak akan macam macam walau dia mengajak gadismu itu ke sini, siapa namanya, Cerry ya." ucapnya lagi. "Kak aku pergi dulu." ucap Kenzi. Kenzi berlalu pergi dengan tatapan sayu. "Kasian Kenzi, dia pasti tambah galau, akan ku awasi kau Ryuu!" gumam izumi sambil menyemburkan rokoknya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN