"Kak Ryuu!"
"Kaka tau darimana, aku di Hokkaido?"
"Hanya feeling saja." jawab Ryuu sambil tersenyum.
Padahal Ryuu tahu Sakura dimana karena GPS sakura yang tiba-tiba aktif tanpa pikir panjang dia langsung menuju Hokkaido.
"Ini siapa? Saku ga kenalin ke mommy?"
"Siang tante, aku Kimura Ryuu panggil saja Ryuu tante."
"Tampan nya, kamu teman Sakura dari Tokyo?"
"Bukan tante aku dari Osaka, kebetulan aku kenal dengan Sakura di bala..."
"Di Balai antar sekolah mom, jadi kita bertemu di acara sekolah." jawab Sakura memotong lalu memberi kode pada Ryuu.
Ryuu memandang Sakura tapi dia langsung paham bahwa Sakura menyembunyikan tentang balapan ke ibunya.
"Ya betul tante." saut Ryuu.
"Apa Ryuu ke sini mau menjemput Sakura pulang ke Tokyo? Tante jadi tenang ada yang menemani Sakura."
"Oh itu, Iya tante Ryuu mau jemput Sakura." Ryuu sebenarnya tidak tahu bahwa Sakura akan ke Tokyo hari ini.
"Ya sudah Sakura berangkat sekarang saja, agar tidak kemalaman sampainya."
"ini siapa Saku?"
"Daddy kenalin ini temen Sakura."
"Kimura Ryuu, om." jawab Ryuu.
Hiroyuki hanya tersenyum, Ryu terlihat tulus tapi seperti ada sesuatu batin Hiroyuki.
Ryuu dan Sakura pun pergi meninggalkan Hokkaido menggunakan mobil menuju bandara khusus keluarga Kimura United, mereka akan menggunakan pesawat pribadi agar tidak memakan waktu.
"Kak, ini tidak apa-apa aku pakai pesawat sebagus ini"
"Tak apa Saki, ini pesawat keluargaku."
Sakura terkesima melihat pesawat pribadi milik Keluarga Kimura United itu.
"Oh ya Saki untuk sementara, kau tinggal di apartemen Rinako dulu"
"Hah? kenapa kak? aku sedang banyak tugas kak"
"Kalo tugas nanti gampang, Rinako akan membantumu, dia anak yang cerdas."
"iya tapi kenapa kak?"
"Aku akan mendaftarkan mu ke Road Race perwakilan Osaka Nightmare"
"Rode race???"
"Iya Saki, Rode Race balapan yang sesungguhnya, pokoknya nurut saja ya, ini yang terbaik untukmu."
Sakura hanya diam kebingungan.
Ryuu seperti merencanakan sesuatu.
***
•Markas The StrongS
"Rindunya aku dengan markas ini, tapi tunggu tunggu apa ini di renovasi? banyak yang berubah?" Kano keheranan.
"Ya tentulah di renovasi, hampir hancur markas kita."
"Kenapa Arashi? apa ada yang menerobos Markas kita?"
"Tanya Saja Kenzi!"
Kano langsung melirik Kenzi dan Kenzi hanya mengangkat alis dan tak komen.
Kano hanya menarik nafas melihat kelakuan Kenzi, yang terpenting dia bisa kembali lagi ke markas.
Kenzi seminggu ini sudah lumayan tenang tidak terlalu melamun, walau kadang dia masih kadang melamun sedikit, efek Sakura memang luar biasa terhadapnya.
Mereka sibuk dengan aktivitas masing-masing, Neiji, Hito dan Arashi bermain biliard, Kenzi bermain game dan Naruto sedang asyik dengan ipadnya.
"Guyys sini, Road Race sudah dibuka kembali !" seru Kano.
Semua merapat kecuali Kenzi.
Video tersebut memuat beberapa pemain yang akan bermain di Road Race. Mereka penasaran karena Dark In Tokyo jarang bahkan tidak ikut acara balapan brutal tersebut.
Pertama dari Yokohama Race Devil memutus Takeshi Giant
Kedua dari The Demon Kyoto memutus Genzu Wakabayashi
Ketiga dari Nagoya in Hell memutus Shino Sashimi
Ke empat dari Osaka Nightmare, memutus Senju Sakura.
Kelima dari Sapporo Race Ghost memutus Inuyasa.
Semua orang kaget mendengar nama Senju Sakura yang menjadi perwakilan Osaka Nightmare tak terkecuali Kenzi yang langsung membanting stik gamenya. Suara ipad Kano memang nyaring.
Mereka memastikan bahwa itu bukan Sakura yang mereka kenal, tapi setelah video tersebut menampilkan wajah-wajah pemain Road Race, begitu terkejutnya mereka bahwa itu benar Sakura yang mereka kenal!
"Sialan kau Ryuu! kau memanfaatkan Sakura!" bentak Kenzi.
Kenzi segera pergi dari markas.
Mereka tak mengejar Kenzi, mereka malah tersenyum sedikit dan menatap Kano.
Apa itu Road race?
Dari nama nya memang terlihat normal di banding nama-nama tempat balapan liar di Jepang yang mengerikan.
Tapi disinilah balapan yang mengerikan sesungguhnya berlangsung.
Di sini para pemain Road Race dikontrak untuk berbalapan dan tidak akan bisa putus kontrak kecuali sang pembalap terluka parah.
Pembalap pun di beri tempat tinggal atau asrama, diijinkan untuk sekolah bagi yang masih sekolah namun pulang sekolah harus kembali ke asrama, kalo ada yang berniat kabur akan ada petugas Road Race yang mencari sampai ketemu.
Balapan di sini brutal dan menggunakan mobil jeep dengan Ban yang besar, balapannya pun tidak satu lawan satu tapi semua pembalap langsung ditandingkan.
Bukan hanya Skill yang diperlukan tapi mental sekuat baja, karena semua akan melakukan segala cara untuk menang.
Dan hadiahnya memang sangat menggiurkan, untuk tempat balapan liar yang mengajukan pemain Road Race dan menang akan di berikan fasilitas balapan dan renovasi besar-besaran untuk tempat balapnya serta full service selama setahun dan uang tunai 100 juta Yen.
Tapi memang banyak korban berjatuhan atau terluka parah bahkan ada yang sampai koma hingga detik ini, oleh karena itu The King tidak pernah mendaftarkan para pembalap dari Dark In Tokyo dalam Road Race walau hadiahnya besar dan menggiurkan.
Kenzi melaju dengan mobilnya Eagl menuju Osaka, ketempat kediaman Kimura Ryuu dengan perasaan tak menentu.
“Sial! Apa yang kau rencanakan Ryuu!”
***