Rindu

693 Kata
• Apartemen Izumi "Saku kau blm tidur?" tanya izumi. "Belum kak" Sakura baru menyalakan hp nya, dan pesan masuk dominan dari Kenzi dan Ryuu. Sakura mematikan lagi hp nya. "Aku harus menenangkan diri" batinnya. "Ra kamu ga bisa tidur?" tanya Rinako. Rinako berada di apartemen izumi karena saat di lift mereka berpapasan dan Sakura mengajak Rinako ikut, ternyata Rinako berada di apartemen yang sama hanya berbeda lantai. "iyaaa Rin" "Kaka rasa Sakura dan Kenzi hanya salah paham aja, teruus seperti ada orang yang berusaha menghalangi kalian" ucap izumi seperti menyindir Rinako. "Ngga ko kak, Sakura hanya lagi banyak pikiran saja, liburan semester ini juga aku harus pulang ke Hokkaido, ibuu sakit" "pantas saja kau melamun terus, biar kaka suruh Kenzi mengantarmu ya" tawar Izumi. "Tidak nanti aku suruh kak Ryuu aja ya yang mengantarmu Ra" tawar Rinako juga. Mereka berpandangan, seolah Sakura harus menjadi adik iparnya, dan yang satunya seolah Sakura harus menjadi kaka iparnya. Sakura tersenyum. "Tak usah aku pergi sendiri aja oke" Mereka berdua mendengus. *** •Tokyo International Hospital "Kayanya ada yang ga seneng aku siuman" ucap Kano menyindir Kenzi yang dari tadi terdiam. "Ken, Ken, Keenzi !!" panggil Arashi. "Ya ada apa? kau butuh sesuatu Kano?" jawab Kenzi sambil kebingungan. "Bosku ini kenapa melamun terus?" tanya Kano. "Kalo diceritain terlalu runyam, aku, Neiji dan Hito sampai tak paham pemikiran Kenzi" "Memang ada apa Arashi? masalah apa Kenzi?" "Sakura !" jawab Arashi. Kenzi mendengar nama itu langsung lesu lagi. "Padahal Harta, Tahta dan Wanita semua kau punya tapi ternyata galau juga oleh seorang Sakura" ujar Kano. "Sakura gadis yang berbeda kalian takan mengerti" "Kami sangat mengerti Ken, makanya kami bantu" ujar Neiji. "Tapi kau mengacaukannya" "Ya aku akui salah, aku sedikit terhasut oleh ucapan Ryuu" "Hah Ryuu?" jawab mereka berbarengan. "Ya begitulah" "Nampaknya akan semakin sulit bagimu dan Sakura Ken" ujar Hito. Kenzi hanya terdiam. "Kimura Ryuu yaa" batin Kano seperti memiliki ide. *** ‘Sesuatu yang telah Tuhan takdirkan untukmu, kemana pun dia pergi, dia akan kembali padamu’ #selftremender Kenzi dan Sakura berbarengan membaca quote yang sama dari salah satu media sosial. "Quote yang bagus" batin Sakura dan Kenzi berbarengan, padahal mereka berada di tempat yang berbeda. Sakura berada di Hokkaido. "Apa kabarmu cerry? aku begitu merindukanmu" batin Kenzi. Sudah seminggu lama nya Sakura berada di Hokkaido, libur semester ini dia habiskan untuk merawat ibunya. Hiroyuki memang tidak mempunyai anak kandung, dia memang memiliki kekurangan oleh sebab itu dulu ibunya dan Hiroyuki berpisah, tapi takdir berkata lain mereka dipersatukan kembali. Azumi, ibu Sakura sebenarnya memiliki 2 orang anak, Sakura memiliki seorang kaka laki laki yang karena bercerai mereka sepakat membawa anak mereka masing masing, Azumi membawa anak perempuannya dan Kizashi membawa anak laki laki mereka. Ayah kandung Sakura adalah Kizashi Erbach pembalap asal Jepang keturunan Jerman yang sudah go internasional. Terlihat cukup adil bagi mereka berdua untuk membawa anak mereka masing masing. tapi tidak bagi Sakura, terkadang dia merindukan kakanya. Kaka yang akan selalu mendukungnya, membelanya bahkan mungkin sekarang akan mengejeknya karena Galau oleh seorang lakilaki, dia rindu apapun bersama Kakanya itu. Semenjak orangtua nya berpisah memang mereka tidak saling bertukar kabar, karena dilarang oleh kedua orang tua mereka. "Sakura liat mommy mu, semenjak ada dirimu, dia semakin sehat, mungkin mommy mu sakit karena rindu" ucap Hiroyuki. "Iyaa dad, Saku janji tiap libur panjang pasti Saku pulang" "Apa kau tak akan menghabiskan sisa waktu liburanmu seminggu lagi di sini?" "Inginnya Sakura begitu daddy, tapi masih banyak tugaas, libur panjang tugas pun panjang daddy" "Oke daddy mengerti" Hari ini Sakura akan kembali ke Tokyo, sebenarnya dia masih merindukan ibunya, tempat dimana dia bersandar dan menghilangkan segala gundah gulana. Tapi apa daya tugas menumpuk. "Saku itu ada teman mu didepan? Kau tak bilang punya teman setampan ituu? apa dia dari Tokyo?" ujar ibunya. "Teman? tampan? siapa ? " batin Sakura. Dia bingung karena memang dia tidak memberi tahu siapa pun bahwa hari ini dia akan ke Tokyo, handphone pun dia sengaja matikan, dan baru dia nyalakan 10 jam yang lalu, itu juga dengan memblokir nomor Kenzi dan Ryuu. Sakura pergi ke depan rumahnya. Dia begitu terkejut dengan orang yang berada di depannya. "Kau kemana saja? Aku merindukanmu" ucap Lelaki itu. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN