… Kamar Dyrga dan Ayra., Dengan perlahan dan hati-hati dia membawa sang istri masuk ke dalam kamar mereka kembali. Dan berjalan menuju ranjang mereka. Ayra hanya diam menikmati ciuman mereka. Dia tidak menolak sama sekali keinginan sang suami, walaupun perasaannya saat ini sedang sangat tidak nyaman. Dyrga, dia merebahkan tubuh sang istri di ranjang mereka. Dan masih terus mencium sang istri. Membiarkan sang istri terus meraba-raba tubuh berototnya, melampiaskan keinginannya. “Hhhmmpphhtttt…” Nafas mereka berdua sudah tersengal. Dan Dyrga menahan tubuhnya dia atas tubuh sang istri dengan tangan kirinya. Tangan kanannya menyusup pada piyama sutra sang istri, dan menyusuri sejengkal kulitnya. Dia mulai meraba-raba gundukan ki