“Mungkin kau akan melihatku berada di pelaminan bersama seorang wanita, Hon.” Ucap Dyrga sedikit menahan senyumannya, masih menatap lekat istrinya, menyesap anggur yang berada di gelas yang dia pegang saat ini. Deg! Ayra, seketika senyuman di wajahnya meredup. Dia memandang suaminya dengan wajah serius tanpa ekspresi. ‘Kau sunguh-sungguh dengan ucapan mu itu, Dyrga ?’ Bathin Ayra seraya bertanya-tanya dalam hatinya. Dyrga, dia masih terus mengulum senyumannya. Melihat sang istri yang berwajah panik. Dia mulai membuka suaranya lagi. “Kenapa diam, Honey ?” “Kau pikir aku serius dengan semua ucapan ku, hmm…” Ucap Dyrga semakin merapatkan duduknya pada sang istri. Ayra, perlahan dia menundukkan pandangannya ke bawah. Aura bahagia di netra matanya bena