Mata biru cerah itu terpejam. "Tidaaaak!" Xander berteriak. Save Me! Selamatkan aku! Xander berharap Kimberly akan bersuara demikian. Wanita itu malah meminta agar merelakan kepergiannya dan menutup mata. Dunia tempat kakinya berpijak serasa runtuh bagi Xander. Tubuh wanitanya dalam balutan gaun merah yang indah dan wajah cantiknya yang memucat, tampak tragis. Pemandangan wanitanya tertancap di dinding dengan sebilah pedang panjang di perutnya adalah lebih mengerikan daripada melihat kematiannya sendiri. Gaun merah yang dikenakannya terasa basah dan dingin karena darah meresap ke kain tersebut. Xander mendekap tubuh dingin Kimberly dan menurunkannya dari dinding. Ia hanya merasa dingin sekujur tubuh. Telinganya menjadi tuli. Ia bahkan tidak mendengar suara teriakannya sendiri. Hati