Prolog
Amanda Aurora Hanara adalah putri bungsu dari seorang Konglomerat yang terkenal penyendiri. Hidupnya tidak baik-baik saja. Ibu tiri yang sangat membencinya, kaka tiri yang selalu membuat hidupnya berantakan dan ayah yang tidak peduli padanya. Latar belakang itu sangat cocok untuk seorang Villain yang akan menggemparkan dunia Tokoh Utama di sebuah Novel Romantis. Benar sekali, Amanda adalah Tokoh Jahat tidak terkenal disebuah Novel yang pernah aku baca. Dan entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba saja aku merasuk ke dalam Novel tersebut dan terbangun di tubuh Amanda yang masih duduk di bangku SMA.
Novel ini berjudul Perfect Honeymoon dimana ketika Amanda masuk cerita sudah berjalan jauh. Tokoh utama bernama Adrian sudah menikah dengan istrinya yang bernama Lisa. Mereka hidup bahagia dengan tiga anaknya yang lucu. Namun ditengah kebahagiaan itu, tiba-tiba saja Amanda akan mendaftar menjadi Sekertaris Adrian dan menganggu Rumah Tangga mereka kemudian berakhir dibunuh oleh Adrian di akhir cerita. Untungnya, Plot novel utama masih sekitar beberapa tahun lagi sehinga aku masih memiliki waktu untuk merubah segalanya sekaligus balas dendam pada keluarga Amanda yang jahat.
Alih-alih menganggu keluarga Setyo Aji yang Harmonis, aku justru tertarik pada Bima. Tokoh sampingan yang menurutku menjadi tokoh paling penting yang mengantarkan semua tokoh Utama dari Series ini menuju kebagiaan, tapi justru diberi kisah cinta paling menyedihkan. Pernikahan pertama yang gagal dengan menyedihkan karena dikhianati, kemudian ketika dia membuka hatinya kembali pada seorang wanita, Bima kembali dikecewakan. Dia memilih hidup menyendiri dengan bisnisnya yang menggurita di dunia kegelapan setelah semua tokoh utama hidup bahagia dengan keluarga mereka yang harmonis. Bukankah penulis Novel ini sangat kejam padanya?
Alasan utama kenapa aku memilihnya adalah karena dia memiliki kekuatan yang cukup untuk menghancurkan keluarga Amanda yang sangat jahat. Terutama keluarga Ibu tirinya. Selain itu, jika aku tidak gencar mendekatinya, setelah aku lulus SMA aku akan dinikahkan dengan seorang duda tua demi urusan bisnis menggantikan kakak tiriku. Karena tubuh Amanda sekarang menjadi milikku, aku tidak bisa hanya pasrah saja menerima keadaan. Aku tidak peduli meskipun aku hanya akan dijadikan tawanan oleh Bima karena laki-laki itu memiliki hubungan yang rumit dengan keluargaku, pokoknya aku harus menikah dengannya agar aku bisa selamat!
***
Namaku Bima, aku adalah seorang laki-laki yang ditinggalkan oleh cinta meskipun aku sudah mengantar semua teman-temanku pada kebahagiaan mereka dengan cinta yang melimpah. Pernikahan pertamaku gagal dengan mengenaskan, kemudian semua hubunganku dengan wanita setelah itu juga tidak ada yang berhasil. Karena itu setelah melepaskan adik semata wayangku menikah, aku memilih untuk menyendiri mengurus bisnis sambil kembali mengorek informasi tentang kematian ibuku yang berhubungan dengan keluarga Hanara.
Keluarga Konglomerat tidak lebih hebat dari keluarga teman-temanku tapi memiliki pengaruh yang cukup besar di daerah tempat orang tuaku dibesarkan dulu. Mereka memiliki dua orang putri yang berasal dari ibu yang berbeda serta anak sulung keluarga Hanara merupakan seorang laki-laki.
Sejujurnya aku tidak terlalu tertarik dengan anak-anak keluarga itu yang seperti anak keluarga kaya lainnya, mereka terlihat tidak berguna. Sampai aku bertemu dengan Amanda, anak bungsu mereka yang sepertinya bisa aku manfaatkan.
Seorang gadis SMA yang polos dan ceria. Seolah dia hidup di negri dongeng yang bahagia. Pakaian mahal dan sekolah elit yang tidak bisa dimasuki oleh banyak orang. Rencananya aku akan menculiknya dan menjadikannya tawanan agar aku bisa menggertak ayahnya yang sombong itu. Tapi siapa yang menyangka, gadis cerewet itu justru mendekatiku duluan dan melamarku dengan cara yang mengejutkan.
"Om, bagaimana kalau menikah denganku? Aku akan membantumu membalas dendam pada keluargaku tapi sebagai imbalannya, Om harus melindungiku." sebuah kalimat mengejutkan yang keluar dari mulut seorang gadis SMA.
"Menikah? Denganmu? Jangan bicara omong kosong anak kecil! Kerjakan saja PRmu!" balasku acuh tak acuh. Tentu saja aku tidak mau menerima tawaran itu begitu saja karena meskipun tawaran itu lumayan menggiurkan, aku bukanlah orang yang menganggap sebuah pernikahan adalah hal yang bisa digunakan untuk membalas dendam.
Setelah hari itu, Amanda terus mendatangiku dan tidak menyerah menawarkan pernikahan meskipun aku selalu menolah. Bagiku masih ada cara lain yang lebih baik dibanding pernikahan, tapi ketika aku akhirnya berhasil menjerat keluarga itu dengan hutang yang sangat besar. Ben Hanara, tiba-tiba saja menawarkan Amanda sebagai jaminan hutang sekaligus menjadi tawanan yang bisa aku perlakukan sesuka hatiku sampai hutang laki-laki itu lunas padaku. Saat itu, aku melihat perubahan raut wajahnya yang biasanya ceria menjadi sangat mendung. Bukan hanya itu saja, untuk pertama kalinya aku melihat ada lebam di beberapa bagian tubuhnya. Membuat aku menyadari bahwa Amanda bukanlah gadis yang hidup di negri dongeng indah seperti yang aku pikirkan sebelumnya. Aku jadi tahu alasannya terus melamarku adalah agar dia bisa lepas dari Neraka bernama Hanara.
Dan mengetahui kenyataan itu, mulutku tiba-tiba saja mengatakan persetujuan sehingga kami setuju untuk menikah diam-diam karena Amanda masih bersatatus sebagai siswa SMA. Benarkah dia hanya tawanan atau sebenarnya hatiku kembali jatuh ke lubang yang sama bernama cinta? Aku tidak mengerti perasaan yang terasa salah ini, tapi yang aku tahu, semakin mengenalnya, aku semakin memahami kalau sikap pemberaninya sangat mengagumkan dan anehnya, berada di dekarnya terasa sangat nyaman. Sayangnya aku tidak bisa percaya padanya seratus persen, karena itu ada banyak sekali rahasia yang aku sembunyikan darinya dan membuat wajahnya selalu dipenuhi kecurigaan setiap kali kami sedang bersama. Membuatku dijuluki suami yang mencurigakan olehnya secara diam-diam.
***