"Laporan terbaru." Reiga menyorongkan selembar amplop coklat ke arah Sena. "Lo udah baca?" tanya Sena tanpa berminat membuka amplop yang disodorkan padanya. Reiga mengangkat sebelah alisanya, berdeham, menghela napas, sebelum akhirnya mengangguk pelan. "Hmm." "Isinya?" tanya Sena datar. "Informasi terlengkap. Semua yang kita mau tahu ada di sini." "Jadi?" tanya Sena lagi. "Baca aja." Sena menggeleng. Rasanya ia sudah muak mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan Prabu. "Bisa lo singkat aja buat gue?" Reiga memilih mengalah. Ia akan berusaha menyingkat isi laporan yang diterimanya namun tetap mencakup semua inti yang perlu Sena ketahui. Reiga menunjuk amplop coklat di atas meja. "Di sini terbukti kalau memang Prabu yang menyewa orang buat masuk ke galeri lo. Tugas orang itu adalah m

