"Domi! Lo oke?" Luna menyerbu ke dalam kamar tempat Domi dan Sena menginap di rumah Reiga. Domi yang tengah duduk santai di atas tempat tidur sambil menjelajah ponselnya, mengangkat wajah dengan heran ke arah Luna. "Oke." Luna menghambur duduk di depan Domi, mengguncang perlahan bahu sahabatnya."Lo gapapa?" Domi mengernyit. "Gue gapapa, Lu." "Beneran? Yakin? Kata Tante Freya lo shock parah." Luna kembali menyerbu Domi dengan pertanyaan. "Gue beneran gapapa, Luna. Suer." Domi mendelik melihat tingkah absurd Luna. "Fiuh!" Luna membungkuk sambil mengembuskan napasnya kuat-kuat. "Eh, Cebong ...." Domi mencolek pipi Luna, dan mengarahkannya pada sudut ruangan yang lain. "Lo gak kuatir sama bokap lo?" "Eh?" Luna menoleh dan menatap ayahnya yang ternyata sejak tadi sudah berdiri di sana.

