"Luna, kamu cuti?" tanya Reiga saat mereka berkumpul di ruang makan Louise untuk makan malam bersama. Louise sama sekali tidak terganggu dengan riuhnya obrolan di meja makannya, berbeda dengan mendiang suaminya yang selalu ingin suasana tenang saat makan. "Nggak, Om. Cuma izin." Luna baru izin satu hari, Jumat yang lalu. Beruntung kemarin hari Sabtu, hari ini juga Minggu, hingga Luna belum perlu meminta izin. Tapi untuk besok, terpaksa ia kembali izin jika situasi belum memungkinkan untuknya kembali ke sekolah. "Dia sih mana ada namanya cuti, Mas," celetuk Domi sambil terkekeh kecil. Domi tahu betapa Luna membenci kebijakan pihak sekolah yang melarang adanya pengajuan cuti. Tidak ada hak cuti sebagai guru, hanya ada izin saja. "Kamu izin berapa lama?" Luna mengangkat bahu pasrah. "Be

