32. Pewaris

1647 Kata

Sena memantapkan langkahnya memasuki rumah yang membawa banyak kenangan pahit untuknya. Sena terus melangkah hingga menemukan sosok pria tua yang tengah duduk sendirian di ruang keluarga, diam menonton televisi. Aneh. Andrew Bratasena Tandayu tidak pernah memiliki waktu untuk bersantai dan menonton televisi meski sedang berada di dalam rumahnya sendiri. "Kejutan sekali melihat kamu di sini!" Andrew Bratasena Tandayu begitu terkejut menyadari kedatangan Sena yang tiba-tiba ke rumahnya. "Apa yang membawa kamu pulang?" "Saya ingin memperkenalkan seseorang pada kalian." Sena mengedarkan pandangan sekilas ke sekeliling rumah yang dulu pernah menjadi tempat tinggalnya ini. Hampir tidak ada yang berubah, semua masih sama seperti dulu. Masih tetap sedingin dulu, bahkan mungkin jauh lebih dingin.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN