"Berani sekali datang ke sini tanpa membuat janji terlebih dahulu dengan saya." Nada dingin Prabu Wiryawan menyambut kedatangan Domi dan Sena. "Saya hanya mengikuti jejak Anda," balas Domi tenang. Domi bersama Sena mendatangi Gedung Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, tempat seorang Prabu Wiryawan bertakhta beberapa tahun terakhir. Domi tidak pernah datang sebelumnya. Untuk apa? Dirinya saja tidak diakui, jadi untuk apa dia merasa perlu menemui pria ini? Kalau bukan karena Sena, Domi tidak akan pernah sudi mendatangi seorang Prabu Wiryawan di mana pun pria itu berada. "Jaga bicaramu. Semakin lama kamu semakin tidak sopan saja." Belum apa-apa ketegangan di antara mereka sudah meningkat. Sena mempererat genggamannya pada jemari Domi, mencegah gadis itu membalas uc

