"Den, sarapan dulu. Non Dominya dibangunkan saja." Mbok Darmi mendekati Sena yang duduk memeluk Domi di sofa ruang keluarga. "Nanti saja, Mbok. Kasihan kalau dibangunkan, Dominique baru tidur sebentar." "Mau saya bawakan makanannya ke sini, Den?" "Tidak usah, Mbok. Terima kasih." Sena kembali menunduk, memandangi wajah Domi yang sembab karena kebanyakan menangis. Setelah mengamuk subuh tadi dan menangis tanpa henti dalam pelukan Sena, Domi tertidur karena kelelahan. Domi tertidur meringkuk dalam pelukan Sena, persis seperti anak kecil yang ketakutan dan mencari perlindungan. Sebelum Mbok Darmi meninggalkannya, Sena memanggil wanita tua itu, "Mbok?" "Iya, Den?" "Boleh saya bertanya?" "Boleh, Den. Kalau Simbok tahu pasti Simbok jawab." "Sejak kapan Dominique tinggal sendiri, Mbok?"

