"Kamu bisa cerita kalau kamu mau, tapi kalau nggak, aku nggak maksa. Kita masih punya banyak waktu." Lama Domi memandangi Sena. Diperhatikannya pria itu baik-baik. Jika dilihat-lihat, sosok Sena ini mengingatkannya pada sang ayah. Kaku, sopan, teratur. Mungkin tanpa sadar, kekosongannya akan sosok sang ayahlah yang membuat Domi mencari sosok seperti Sena. "Aku mau cerita," ujar Domi lirih. Sena tersenyum menenangkan, menunggu Domi mulai bercerita. "Papa sama Mama itu beda agama. Bukan cuma beda agama, beda suku juga. Background mereka kontras banget. Mereka nikah tanpa mikir nantinya bakal muncul masalah gara-gara perbedaan mereka itu. Tapi nyatanya keputusan mereka buat nikah itu kesalahan besar. Masuk tahun kedua pernikahan mereka, masalah itu mulai muncul. Dan sejak aku lahir, semu

