"Hai, Tampan ...." Suara lirih itu langsung tertangkap indera pendengaran Sena, meski ia dalam keadaan setengah tertidur. Seketika Sena langsung duduk tegak memandangi istrinya. "Dominique, kamu sudah bangun ...." Domi tersenyum kecil. "Aku tidur berapa lama, sih? Kok, bangun-bangun muka kamu jadi jelek gini?" "..." Sena tidak menjawab. Ia hanya membelai lembut wajah Domi sambil menatap istrinya dengan berbagai perasaan yang sulit dijelaskan. Sejak Domi masuk ke ruang operasi, kemudian dipindahkan ke ruang observasi, hingga kembali ke kamar rawat, Sena terus merasa tidak tenang. Apalagi ketika pengaruh obat bius sudah menghilang dan Domi seharusnya sudah terbangun, istrinya masih juga tertidur lelap. "Kamu segitu kuatirnya sama aku, ya?" goda Domi. Meski tubuhnya terasa sangat tidak ny

