Prabu Wiryawan tengah berada di kantor polisi untuk memberikan kesaksian terkait peristiwa penabrakan yang melibatkan dirinya dan Domi, didampingi oleh ajudan setianya. "Jadi Anda sama sekali tidak menyadari ketika mobil hitam itu melaju ke arah Anda?" "Tidak. Saya pikir itu hanya anak muda ugal-ugalan. Karena itu saya tidak ambil pusing." "Sayang sekali mobil itu langsung kabur sesaat setelah menghantam wanita yang menyelamatkan Anda." "Tapi saya sempat melihat nomor kendaraannya, dan saya masih mengingatnya dengan baik. B 14 NCA." Bagi seorang Prabu Wiryawan yang memiliki ingatan tajam, tidak sulit menghafal sebaris nomor kendaraan, apalagi kalau serinya sedemikian mencolok. BIANCA. Namun sampai pusing ia memikirkannya, ia tetap tidak dapat mengingat seseorang yang dikenalnya bernam

