“Sora-ya?” , panggil suara seorang pria yang tidak asing di telinga Sora, mengalihkan perhatian Sora dan menoleh ke arah pintu. Pintu kamarnya terbuka, dan sosok ayahnya yang masih mengenakan kemeja yang sama dengan yang ayahnya kenakan kemarin pagi saat berangkat ke rumah sakit. “Mwohae (kau sedang apa)?” , tanya ayah Sora berdiam di pintu dengan satu tangan yang menahan kenop pintu agar tidak terbuka sepenuhnya. Wajar saja ayah Sora menanyakan hal itu. Sora tengah naik di atas kursi belajarnya agar bisa melongo keluar jendela kamarnya. “Amugeotdo (tidak ada).” , kata Sora langsung melompat turun dari kursi. Ayah Sora sedikit meringis memperhatikan pergelangan kaki kiri Sora saat Sora mendarat dari lompatannya. Rasanya ia masih tidak percaya putrinya itu sudah benar-benar pulih dari

