49. Jangan Bilang

1174 Kata

Maaf berhubung ada kendala baru bisa up pagi ini. Happy reading, semoga bisa mengobati keruinduan kalian pada Keenan dan Rhein. *** Pagi harinya Keenan telah mengantar Rhein ke kantor sementara dia lanjut ke kantor utamanya untuk mengerjakan tugas-tugasnya terlebih dan akan datang ke sini setelah makan siang . Keenan menghentikan mobilnya di depan bangunan kantor. Rhein pamit pada Keenan dan hendak turun dari kursinya tapi Keenan segera menahannya sambil tersenyum. Dia segerakah bers mengecup kening Rhein, kemudian ciumannya turun ke bibir Rhein dan mulai mengisapnya dengan mesra. Dengan malu-malu Rhein membalas ciumaan Keenan. Dadanya berdebar dengan kencang dan matanya menatap ke sekeliling karena takut ada yang memergoki aksi mereka. “Ih, kalau ada yang melihat gimana?” Rhein mendo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN