BAB 61. Trauma Ayara

1160 Kata

Satu jam lebih menunggu. Akhirnya Anggara dipersilakan masuk ke ruang UGD untuk bertemu dokter. Kondisi Ayara sudah stabil, tapi masih dalam masa observasi. Jadi masih dalam pengawasan ketat, dan belum ditentukan apakah Ayara selanjutnya akan harus rawat inap atau diperbolehkan pulang. Hati Anggara sakit sekali rasanya melihat Ayara yang terbaring lemah. Dengan tanda lebam di wajahnya. Lalu juga garis merah melingkar di kedua pergelangan tangan. Tidak terbayangkan betapa tadi begitu tersiksanya Ayara, dikurung di tempat pengap dan kotor beberapa jam seperti itu. Terikat dan mulut dibekap, sampai pingsan karena kekurangan oksigen. “Tuan—Anggara.” Suara Ayara begitu serak dan lirih. Dia menatap sendu. Anggara melangkah mendekati bed. “Apa yang terjadi, Ayara? Siapa yang tega melakukan ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN