Satpam segera membuka gerbang pagar besi ketika melihat salah satu mobil tuannya datang. Dia agak terkejut karena yang turun dari mobil ada beberapa orang. “Kalian, segera cek CCTV!” perintahnya ketika baru saja turun dari mobil. Lalu melangkah lebar-lebar menghampiri satpam. “Selamat siang, Tuan Anggara.” Satpam memberi hormat dengan gestur tubuh sopan. Tapi dia merasa ada sesuatu yang salah. Sebab, tatapan mata tuannya begitu tajam mengarah padanya. Begitu Anggara sampai tepat di hadapan satpam itu, dia langsung mencengkeram erat kerah seragam si satpam, kemudian agak menariknya. Membuat satpam itu cukup terkejut dan membelalakan mata. “Maaf Tuan, apa salah saya?” “Tadi kamu lihat Ayara pergi dari sini?!” Satpam mengangguk beberapa kali. “I—iya Tuan, saya lihat Nona Ayara masuk ke

