Pagi-pagi sekali Theo sudah sampai di mansion Anggara. Dia masuk dengan raut wajah serius, tidak seperti biasanya dengan gayanya yang santai. Anggara sedang di ruang makan. Dia belum memulai sarapannya, masih sibuk dengan layar handphone. Sambil menunggu Ayara datang. Tadi Ayara masih menyusui di kamar Alvino, kata pelayan yang mendapat perintah untuk meminta Ayara turun, sarapan bersama di ruang makan. “Ga, itu di luar siapa ya?” Theo menarik kursi. Berseberangan dengan kursi Anggara. Mereka persis saling berhadapan. Anggara mendongak. “Hah? Di luar mana? Pak satpam yang biasa di luar sih. Ada Ken juga kok di luar.” “Cih! Jangan bercanda! Gue serius nih.” Theo menuang jus pada gelas kosong. “Lah, gue juga serius kok. Lihat aja di luar, ada si Ken sama pak satpam, kan?” Anggara menyes

