Ryan menatap lekat pada Gwen. Rasa lelahnya hari ini seketika menguap, menghilang. Karena nama dua wanita yang tiba-tiba datang. Gwen yang begitu menarik penampilannya, membuat Ryan setidaknya bisa cuci mata di penghujung hari yang melelahkan ini. Dan satu nama lagi, Ayara, yang tiba-tiba datang sendiri kabarnya tanpa Ryan harus repot-repot mencarinya. Dia tersenyum. “Mau minta tolong apa, Mbak? Kalau memang saya bisa, pasti akan saya bantu.” Gwen tersenyum, manis sekali. Terlihat begitu tulus dan penuh harap di mata Ryan. Namun detik kemudian kening Gwen mengernyit ketika dia memperhatikan wajah Ryan tampak ada beberapa lebam yang agak samar, tapi masih bisa terlihat jelas. Juga bekas luka kering pada sudut bibir Ryan. “Umm maaf Mas Ryan, kenapa dengan wajahnya? Kok kayak habis luka d

