“Yakin mau dibuka di sini?” “Boleh! Siapa takut?” *** Kedua lelaki tampan dengan fisik yang mirip itu berdiri berhadapan. Tiga orang perempuan paruh baya yang ada di situ geleng-geleng kepala, heran dengan kelakuan mereka yang kekanakan padahal sudah dewasa. “Om, om… Jangan belantem. Nanti kakak bilang mama kalau Om Leino nakal.” Beruntung perkelahian dua lelaki dewasa itu berhasil dilerai oleh sorang balita yang sedari tadi merasa terganggu karena kebrisikan orang-orang dewasa di sekitarnya. Acara nonton televisinya jadi terganggu. Bocah lelaki itu kemudian menarik tangan Reino untuk menjauh dari Arfi. Telunjuknya mengarah ke sofa kosong yang tadi diduduki oleh Reino. Setelah Reino duduk, dia kembali ke tempatnya semula, menonton televisi. “Ternyata umur tidak menjamin kedewasaan

