42. Feeling

902 Kata

Sudah beberapa hari ini Reino minta ijin pada Jingga akan bertemu seseorang usai jam kantor. Pulang sampai rumah juga malam tapi kadangan belum makan malam hingga Jingga tidak mau berpikir yang aneh-aneh. Toh di kemeja yang dia pakai juga tidak terhidu harum parfum untuk perempuan kok. Jingga tidak mau membahas hal itu karena dia juga sedang berpikir pada kesehatannya sendiri. Dokter sudah bilang tidak boleh baginya banyak pikiran. Biarlah sekarang ini dia kan memprioritaskan pada kesehatannya sendiri. Tapi lama kelamaan, feeling perempuan sebagai seorang istri akan merajai dan membuatnya curiga. Seperti sore ini. Reino kembali bilang tidak bisa pulang bareng karena ada hal yang harus dia kerjakan. “Jingga sayang, pulang kantor sendiri gak papa? Kamu bawa saja mobil.  Aku ada perlu lai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN