38. Malam Pertama : Kena Tanggung!

1972 Kata

“Maa… Please deh, kemarin itu mama kan yang maksa aku untuk menikahi Jingga. Sekarang aku udah pasti mau nikahi Jingga, kok malah mama yang gak mau sih? Ini Jingga udah nangis nih mah. Cup cup sayang, jangan nangis dong. Kita dengar apa kata mama ya.” Reino menepikan mobil agar bisa fokus pada Jingga dan Prabawati. Untunglah tadi supir Bude Endang sudah jalan duluan. “Eeh kenapa Jingga nangis? Waduuh mama salah ngomong ya No? Jingga sayang maksud tante gak mau tadi tuh, gak mau kalau gak persiapan apapun ke rumahmu sekarang nak, gak bawa apapun gitu. Mosok tante gak bawa cincin? Gak bawa seserahan?” Prabawati merasa bersalah karena bisa mendengar isak tangis Jingga dan bujuk rayu Reino agar Jingga tidak jadi menangis. “Nah tu dengar sendiri kan sayang, itu bukan karena mama menolak kok.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN