37. The Decision

1133 Kata

Tubuh Jingga membeku di pelukan itu!  *** “Jingga… Dek, woy tunggu dong. Kamu kan lagi sakit, bentar aku antar sampai mobil. Itu si bos lagi ada di Mars, otaknya lagi gak ada di tempat!” Abdi berusaha mengejar Jingga. Belum juga dia sampai di sisi Jingga, tiba-tiba saja ada bayangan yang melewatinya dengan sangat cepat tapi cukup menimbulkan angin. Bruugh… Abdi yang kaget hanya terbengong melihat saat Reino tiba-tiba saja sudah memeluk Jingga dengan erat. Bahkan hingga membuat gadis itu terbatuk-batuk. “Jangan pergi… please stay!” “Uhukk… Pak… kalau gini mah saya malah akan pergi selamanya loh. Saya gak bisa nafasss ini. Uhukk uhukk…” Jingga berusaha menjauhkan tubuh Reino darinya. Tapi tidak berhasil. “Reino! Lu mikir dong kalau mau meluk Jingga! Dia kan masih sakit, jangan pel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN