Akhirnya Reino menerima amplop itu tapi tidak dibaca, diletakkan begitu saja di atas meja. Jingga tentu saja menjadi heran. “Kenapa tidak dibaca dulu pak? Itu surat pengunduran diri saya. Kemarin, sebelum bapak saya pulang ke kampung, beliau sudah menjanjikan akan membayar berapapun denda jika ada karena saya mengundurkan diri secara mendadak.” Suara Jingga terdengar lemah, tidak berdaya. “Kenapa Jingga?” Tanya Reino, ambigu, bertanya kenapa entah untuk apa. “Karena saya tidak bisa menyelesaikan tugas, tanggung jawab pekerjaan saya pak. Saya tahu seharusnya ada one month notice tapi bapak saya tidak peduli. Beliau hanya ingin saya segera pulang dan proses penyembuhan saya di kampung saja.” Jawab Jingga, menyangka pertanyaan kenapa itu berkaitan dengan denda. “Saya sudah cek kontrak ke

