Bab 50 - Pertemuan Tidak Terduga

1850 Kata

Chikita Pov “Kita ke mana, Mbak?” tanya supir taksi ke gue. “Restoran Andromeda, Pak.” jawab gue sambil mengeluarkan ponsel yang berdering, nama yayang Dimas muncul di layar ponsel ini. Gue reject teleponnya lalu kembali menyimpan ponsel ke dalam tas. Marah? Gue nggak marah tapi sangat sangat marah dan dia tau kalau gue sangat sangat marah urusan akan sangat panjang dan butuh usaha keras untuk membujuk gue. Drttt drtt Lagi-lagi ponsel gue berdering, tanpa melihat siapa yang nelepon gue langsung reject dan mematikan ponsel gue. “Sudah sampai, Mbak.” “Terima kasih, Pak. Ambil saja kembaliannya.” Gue menyerahkan beberapa lembar uang ke tangan Pak Supir, setelah itu gue masuk ke dalam restoran tempat gue dan Jeannete membuat temu janji. “Selamat datang, sudah reservasi?” tanya salah sat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN