Bab 51 - Kehilangan

1888 Kata

Ghania Pov Hamil? Satu kata yang paling aku hindari saat ini, bukannya aku nggak mau hamil. Siapa sih wanita yang tidak ingin mengandung buah hatinya tapi masalahnya hubunganku dengan Bang Ke sedang di ujung tanduk. Bahkan setelah 2 minggu kepergiannya sampai detik ini dia sama sekali tidak menghubungiku atau memberi kabar. “Mbak, masih sakit?” gue membuka selimut dan melihat Nathasa sedang mengintip melalui pintu kamar. “Masuk saja, Mbak masih nggak enak badan nih.” Aku mencoba untuk duduk, tapi kepalaku makin terasa berat. Mungkin Nathasa kesepian tanpa teman, biasanya jam segini dia dan kedua mertuaku menghabiskan waktu bercocok tanam tapi berhubung semua orang sedang ke Bandung makanya dia mencariku. “Ya ampun, wajah Mbak kok pucat banget ..., aku panggil Om Hendra ya." Om Hendra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN