Solimah memasuki kamarnya dengan perasaan membuncah kesal. Dia jadi takut darah tinggi karena akhir-akhir ini dia sering marah. Solimah menyambar hpnya, menghubungi suaminya dengan cepat. Karena tidak mau berbasa-basi, Solimah lantas menanyakan apa saja yang tadi dikatakan anaknya. Dan suaminya menjawab benar adanya kalau dia mau menikah lagi. Kalau Solimah tidak mau diajak cerai, juga tidak apa-apa yang penting tidak menghalangi niatnya menikah lagi. Solimah mengamuk di kamarnya karena suaminya juga tidak ke luar kota mengurus bisnis, karena ternyata suaminya sedang jalan-jalan dengan seorang janda anak dua yang sudah lama menjadi kekasihnya. Sial, Solimah merasa kecolongan. dulu suaminya memang pernah mengalami puber kedua, dan Solimah yakin suaminya sudah sembuh, tapi ternyata suaminya