Chapter 41

1200 Kata

Navaya yang hendak menyuap nasi goreng ke dalam mulutnya spontan berhenti ketika mendengar pertanyaan sang mertua yang begitu mendadak. Alhasil, ia kembali meletakkan sendoknya di piring. Hal itu pun tak luput dari mata Azka. Sebenarnya tidak ada yang salah dari pertanyaan tersebut. Ini pun bukan kali pertama Navaya mendengarnya. Hanya saja, selama ini ia mendengar seperti itu di dalam sinetron yang biasa ia tonton di televisi. Navaya tidak menyangka kalau pada akhirnya, ia juga akan mendengar pertanyaan itu ditujukan untuknya dari sang Ibu mertua. Kini, Navaya pun mengerti rasanya berada di posisi wanita yang telah menikah cukup lama, namun belum memiliki keturunan. Meskipun ia dan Azka tidak akan pernah memiliki hal seperti itu, tapi tetap saja Navaya merasa tidak enak dan sakit di da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN