Chessy berjalan mondar-mandir di dalam ruang tamu apartemen-nya. Menggigit kuku ibu jarinya panik. Kening wanita itu pun ikut mengerut dalam kala helaan napas berat keluar dari bibirnya. Untuk kesekian kalinya, wanita itu mengecek ponsel yang sejak tadi berada di genggamannya. Akan tetapi, hasilnya nihil. Tidak ada satu pun notifikasi yang masuk. Hingga membuatnya merasa semakin frustrasi. Selama 1 minggu terakhir, Chessy merasa panik saat Azka tak kunjung menghubunginya. Pria itu tetap abai dan tidak peduli dengan dirinya. Padahal, ia sudah menuruti ucapan Devan untuk mengabaikan Azka dan membiarkan pria itu sendiri yang mencarinya. Chessy lantas mendecak sembari mengacak-acak rambutnya. Ia pun kembali menghela napas berat kala tak sanggup menahan rasa campur aduk yang bersemayam di da

