Chapter 79

1370 Kata

Doeng! Azka terlihat seolah baru saja masuk ke dalam sarang tikus. Matanya bergetar ketika melihat orang-orang yang berdesak-desakan di pasar. Orang-orang yang saling senggol-menyenggol. Dan orang-orang yang dipenuhi dengan keringat akibat terik matahari. Lehernya lantas bergerak menelan ludah. Bibirnya yang terkatup rapat tak mampu mengeluarkan suara. Jantungnya pun berdebar tak menentu. Sudah lama Azka tidak datang ke tempat tersebut. Dan seingatnya, dulu pasar yang ia datangi bersama sang Ibu tidak sepadat itu. Jika saja Azka bisa memutar waktu, maka ia tidak akan membuat keputusan dadakan yang pada akhirnya akan ia sesali. “Azka,” panggil Navaya yang berhasil mengalihkan perhatian pria itu dan membuatnya menoleh padanya. “Kau sakit? Wajahmu terlihat pucat.” Selama beberapa saat, A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN