Chapter 78

1065 Kata

Hening. Seketika empat serangkai tersebut melongo ketika mendengar ucapan yang bahkan tak pernah mereka bayangkan akan kelua dari bibir Azka. Terlebih Navaya yang takut jika ia telah salah paham dan tidak mendengar ucapan pria itu dengan baik. “Tunggu apa lagi?” tanya Azka yang sukses membuyarkan lamunan mereka berempat. “Ayo." “Tu, tunggu!” cegah Navaya yang menahan langkah pria itu. “Ada apa? Kau lupa membawa sesuatu?” tanya Azka. “Tidak. Bukan itu,” jawab Navaya. “Tapi, kenapa kau tiba-tiba ingin ikut ke pasar?” “Bukankah kau sangat ingin pergi ke sana?” tanya pria itu balik. “Ya. Aku memang ingin pergi ke sana bersama mereka bertiga. Tapi, kenapa kau juga ingin ikut?” tanya Navaya. “Biar kuperjelas. Bukan aku yang ingin ikut dengan kalian. Tapi, hanya kau dan aku yang pergi,” u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN