Ceklek. Devan langsung berlari keluar ketika mendengar suara pintu terbuka. Tanpa aba-aba, ia langsung memeluk Rebecca yang baru saja datang. Membuat wanita itu terkekeh karenanya. “Aku sangat merindukanmu,” bisik Devan manja. Seketika perasaan Rebecca menghangat ketika mendengar bisikan tersebut. “Ternyata ini yang kamu rasakan setiap aku menyambut kedatanganmu.” Devan lalu mengurai pelukannya kemudian menatap sang kekasih dengan tatapan hangat. Menyingkap anak rambut yang mengganggu di wajah wanita itu. “Bagaimana? Menyenangkan, ‘kan?” tanya Devan yang diangguki oleh Rebecca. “Apa kamu ingin merasakannya setiap hari?” “Aku ingin. Tapi, kita tidak akan bisa melakukannya jika aku harus bertemu dengan Azka,” ujar Rebecca sedih. “Tidak apa-apa. Aku hanya akan melakukannya setiap kali

