Bagaikan guntur yang menyambar di malam yang cerah, tubuh Rebecca seketika menjadi kaku ketika Azka menunjukkan isi pesannya bersama Devan. Matanya membulat dengan bibir dan kedua tangan yang gemetar takut. Napasnya tak beraturan, menahan debaran jantung yang menggila. Takut. Gugup. Panik. Semuanya bercampur menjadi satu. Hingga Rebecca tak tahu harus bagaimana lagi mendeskripsikan perasaannya saat ini. Dengan ragu, wanita itu melirik Azka yang menatapnya semakin tajam. Pria itu menuntut jawaban atas terhadapnya. Pertanyaan yang tidak akan bisa ia jawab. ‘Bagaimana Azka bisa menemukan pesan Devan? Dan lagi, selama ini dia tidak pernah memeriksa ponselku. Tapi, kenapa sekarang melakukannya?’ batin Rebecca. “KATAKAN! SIAPA PRIA INI?!” bentak Azka yang membuat Rebecca terperanjat kaget. L

