Chapter 19

1790 Kata

Semua mata tertuju pada Navaya ketika ujung botol mengarah pada wanita itu. Hal itu pun tak luput dari Azka yang diam-diam memerhatikan sejak tadi. Pria itu lantas melirik ke arah Navaya melalui sela-sela bulu matanya. Wanita itu tampak tegang dan gugup, karena mendapat giliran pertama. Seusai melihat ekspresi Navaya, dengan cepat Azka kembali memfokuskan pandangan pada layar ponselnya dan bersikap acuh. “O, Oh. Navaya yang mendapat giliran pertama,” ucap Zico. “Siapa yang akan bertanya?” “Kau saja,” sahut Milan malas. “Aku! Aku! Biar aku yang bertanya!” seru Zoya penuh antusias bertanya sembari mengangkat sebelah tangannya. Zico terkekeh kecil. “Baiklah. Kau boleh bertanya duluan.” “Terima kasih,” ucap Zoya malu seraya menyelipkan rambut ke belakang telinga. “Cih! Ini hanya sebuah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN