Chapter 96

1110 Kata

Seketika tubuh Navaya menjadi kaku ketika Azka tiba-tiba mencium bibirnya. Ia tak bisa bergerak sedikit pun. Matanya yang membulat hanya bisa menatap mata Azka yang terpejam. Kesadaran Navaya lantas kembali ketika merasakan ciuman pria itu menjadi lumatan kecil dan memaksa bibirnya untuk terbuka. Tanpa basa-basi, Navaya langsung memberontak dan ingin menjauh dari pria itu. Namun sayangnya, Azka seolah tak membiarkan Navaya melakukan hal itu. Pasalnya, pria itu semakin menekan tubuh dan tengkuk Navaya merapat padanya hingga wanita itu semakin tak bisa menjauh darinya. Meski begitu, Navaya belum menyerah. Dengan sekuat tenaga, ia terus berusaha memberontak dan mendorong tubuh Azka dengan kedua tangannya. Namun lagi-lagi, Navaya tak bisa menjauh seinci pun dari pria itu. Pinggangnya yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN