“Mama di sini,” sahut Navaya menghampiri sang Ibu mertua. Ia lalu duduk di samping wanita paruh baya itu. Freya mengulas senyum melihat menantunya yang kini tampak lebih baik dari tadi. “Benjamin bilang kalau kamu yang menanam bunga-bunga itu sendiri.” Pandangan Navaya lalu tertuju pada berbagai macam bunga yang telah ia tanam. Meskipun bunga-bunga tersebut masih kecil, tapi mereka semua tampak sangat indah dengan masing-masing kelopak bunga yang mekar sangat cantik. “Iya, Ma,” ucap Navaya. “Navaya suka bunga. Dan karena masih banyak halaman yang kosong, jadi Navaya putuskan untuk menanam bunga di sana.” “Kamu persis seperti Mama,” ujar Freya terkekeh. “Karena sejak kecil Mama sangat suka dengan bunga, jadi hal itu terbawa sampai Mama menikah. Asal kamu tahu, di awal pernikahan Mama d

