Azka menghentikan langkahnya saat hendak mencapai pintu ketika telinganya menangkap percakapan 2 orang wanita dari ruang tamu. “Ada apa, Tuan? A-” Azka bergegas mengangkat tangannya sebagai isyarat untuk berhenti pada Benjamin. Pria paruh baya itu pun hanya bisa menurut dan berdiri di belakang sang Tuan. Sementara itu, Azka semakin menajamkan telinga mendengar percakapan antara Navaya dan Zoya. “Ck! Zozo, dengarkan aku dulu. Yang terjadi tidak seperti itu,” sangkal Navaya. “Azka tidak pernah menyuruhku menanam bunga apa lagi bekerja. Justru karena aku tidak punya pekerjaan, jadi aku sendiri yang berinisiatif ingin menanam bunga. Kamu sendiri tahu kalau aku tidak bisa hanya duduk diam saja. Aku harus mengerjakan sesuatu agar lebih produktif,” jelasnya. Mendengar ucapan Navaya membuat A

