Chapter 22

1779 Kata

“Dari mana kau?” tanya Chessy ketika Devan baru saja pulang. “Main,” jawab Devan yang meneruskan langkah menuju pantry. Mengambil sekaleng minuman lalu kembali menghampiri sang Kakak yang tengah menonton siaran televisi. “Dengan siapa?” tanya Chessy. “Temanku,” jawab Devan. “Namanya?” tanya Chessy yang membuat sang Adik menoleh padanya. “Ada apa denganmu hari ini? Biasanya kau tidak bertanya seperti itu,” ujar Devan. “Yah~ Aku hanya berpikir kalau selama ini aku sudah bersikap acuh padamu, karena keinginan balas dendamku. Aku sampai tidak pernah mengecek apa kau makan dengan benar atau tidak. Bagaimanapun, aku Kakak-mu dan sudah menjadi tugasku untuk menjagamu,” ucap Chessy yang membuat Devan terkekeh. “Jangan bercanda. Kau atau aku yang melindungimu? Kau itu perempuan, mana bisa me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN