Dua minggu setelah bulan madu mereka di villa pantai, Roy dan Harum kembali pada kehidupan sehari -hari. Kota yang ramai menyambut mereka dengan hiruk pikuknya, berbeda jauh dengan ketenangan laut dan angin yang selama ini menemani. Pagi pertama kembali di rumah, Harum terbangun lebih dulu. Ia berjalan ke dapur, menyiapkan kopi dan sarapan sederhana. Saat sedang mengiris roti, tiba -tiba sepasang tangan melingkar di pinggangnya dari belakang. "Belum cukup ya, bikin aku kangen terus tiap pagi?" suara serak Roy, masih setengah mengantuk. Harum terkekeh. "Baru seminggu nggak bangun dengan suara ombak, kamu langsung manja begini." Roy menaruh dagunya di pundak Harum. "Ombak kalah sama kamu. Bangun lihat kamu lebih menenangkan." Harum menoleh sebentar, mencium pipi suaminya sebelum melanju