52. Bahagia

1129 Kata

Alexander berjalan memasuki ruang kerja pribadi Dean yang berada di kediaman lelaki itu. Jam kini sudah menunjukkan pukul delapan malam. Jika tidak ada yang terlalu penting, mungkin ia tidak akan menuju rumah Bosnya itu. Tok… tok… tok… Beberapa detik hening, hingga pada akhirnya terdengar suara seruan dari dalam, “Masuk!” Langsung saja Alexander melangkah masuk setelah memutar kenop pintu. Dengan langkah yang tidak tergesa-gesa ia berjalan mendekati Dean yang duduk di kursi besarnya. “Aku sibuk, katakan dengan cepat!” seru Dean tegas. Alexander menganggukkan kepalanya dan mulai melapor. “Acaranya sudah berjalan dengan lancar, Tuan. Salah satu mata-mata kita yang datang ke sana mengirimkan foto-foto ini. Mereka tampak bahagia,” lapor Alexander. Alexander membuka ponselnya dan mengotak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN