Yang awalnya hanya berencana memperhatikan Liana tidur lima menit, namun menjadi tiga puluh menit. Aidan kembali sadar saat Liana membuka kedua matanya. Keduan manik Liana melebar melihat wajah Aidan yang jelas sangat dekat dengan wajahnya. “Apa lihat-lihat?” sentak Liana sensitif. Aidan tersentak dan buru-buru menggeleng lalu mengubah posisinya menjadi terlentang menatap langit-langit kamar, tentu saja ia langsung mengalihkan pandangannya. Bukan tanpa alasan Liana menyentak Aidan dengan galak tadi, tapi ia hanya membentengi diri. Ia benar-benar tidak kuat jika mendapat kalimat super duper yang membuat jantungnya berdegup kencang dari Aidan seperti tadi malam. “Jam berapa sekarang?” tanya Liana tanpa menatap Aidan. Aidan terdiam sebentar, mencoba mengingat-ingat pukul berapa sekarang.

