54.

1155 Kata

Seperti biasanya, karena ia belum memiliki pekerjaan aktivitas Kania hanyalah menjenguk Nicholas dan berharap adiknya itu cepat sadar. Kania mengintip dari balik jendela mini di ruangan intensif di mana Nicholas berada. Hatinya benar-benar terasa di remukkan, karena melihat kondisi Nicholas sekarang. Tap… tap… tap… Kania membalikkan tubuhnya saat mendengar suara derap langkah kaki mendekat ke arahnya. Kania menatap penuh tanda tanya melihat dokter Alexa datang menghampirinya. “Ah, kamu ke sini juga ternyata. Ada hal yang harus saya bicarakan denganmu,” kata Dokter Alexa. “Ada hal yang serius terjadi pada Nicho, Dok?” tanya Kania jadi cemas sendiri, ia menggigit bibir bawahnya. “Ikut ke ruangan saya sekarang,” kata Dokter Alexa. Lalu dokter cantik itu jalan berbalik menuju ruanganny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN