Sesuai dengan perkataan Aidan pagi tadi, pada pukul sepuluh pagi Liana menemani Noah menemui dokter gigi. Tanpa menunggu antrian, nama Noah langsung dipanggil oleh seorang perawat. "Tiduran di sana dulu," titah dokter perempuan yang akan menangani Noah kali ini. Noah meragu, ia melirik ke arah Liana. Saat mendapat persetujuan dari sang Mama, barulah Noah naik dan merebahkan tubuhnya di kursi khusus. Dokter perempuan itu segera duduk di kursi tepat di sebelah Noah. "Buka mulutnya dengan lebar," kata dokter itu. Noah menurut dan membuka mulutnya, matanya menatap lurus ke depan sembari sang dokter selesai dengan kegiatannya. "Giginya sudah sedikit berlubang, ditambal saja ya?" tanya Dokter itu. Dia melepaskan alat-alat yang tadi digunakannya selagi melihat kondisi gigi Noah. "Apa nanti

